Bagaimana Cara Menghemat Uang

Berikut ini sepuluh petunjuk dan tips yang bisa membantu anda menghemat uang dengan cepat.

Kurangi pengeluaran. Ini bukan cuma cara terbaik untuk menghemat uang, tapi juga sangat vital jika anda serius mengenai penghematan untuk jangka waktu yang panjang, serta mampu untuk menghemat uang setiap hari. Review pengeluaran anda dan carilah cara yang membuat anda bisa menghemat uang.

Atur budget anda. Ini adalah hal yang sangat essensial, baik untuk keluarga maupun perorangan, dan bisa menjadi cara yang tercepat untuk menghemat uang. Begitu anda mengatur budget, maka dalam waktu singkat anda akan bisa tahu dengan pasti, berapa besar pemasukan dan pengeluaran anda.

Anda tidak akan bisa berhemat kecuali anda tahu dengan pasti berapa banyak uang yang masuk dan berapa banyak yang keluar. Setelah anda mengetahui pemasukan dan pengeluaran dengan jelas, maka anda akan mampu untuk mengidentifikasi di area-area mana anda bisa menghemat uang.

Tanpa budget, maka anda akan kesulitan untuk bisa menghemat uang dalam jangka waktu yang panjang.

Beli dalam jumlah yang banyak. Hemat uang belanja bulanan anda dengan lebih dulu merencanakan apa yang akan dibeli, dan belilah dalam jumlah yang banyak. Anda juga bisa menghemat dengan memasak dalam jumlah yang banyak. Ini adalah cara yang real untuk bisa menghemat uang dengan sedikit persiapan.

Selalu belilah bahan makanan yang bersifat umum. Makanan yang bersifat khusus umumnya jauh lebih mahal dibanding makanan yang bersifat umum. Dengan lebih dulu mempersiapkan makanan dalam jumlah yang banyak, juga memberikan anda kesempatan untuk merencanakan budget dengan lebih akurat.

Satu hal yang harus diperhatikan saat membeli dalam jumlah yang banyak ini adalah tanggal kadaluarsa dari produk makanan tersebut. Jadi, pastikan anda akan menghabiskan makanan tersebut sebelum kadaluarsa.

Membeli dalam jumlah yang banyak bukan cuma cara yang bagus untuk menghemat uang tapi juga strategi yang jitu untuk menghadapi dan mengatasi keadaan darurat.

Teliti sebelum membeli. Lakukan riset mengenai harga sebelum anda memutuskan untuk membeli sesuatu yang mahal. Anda harus memastikan bahwa harga yang ditawarkan tersebut adalah harga yang sebenarnya, bukan harga dari hasil strategi marketing yang kreatif untuk mendorong anda agar mengeluarkan uang tanpa berpikir lagi.

Setelah anda melakukan riset mengenai harga sebenarnya dari suatu produk, maka anda akan berada diposisi yang siap untuk mengambil kesempatan dari suatu penawaran khusus atau discount dan benar-benar bisa menghemat uang.

"Beli satu dapat satu," "Discount 50%," dan "Discount besar-besaran" hanya bisa membantu anda untuk menghemat uang jika harga yang ditawarkan memang lebih murah dibanding harga yang sebenarnya jika anda membelinya di tempat lain.

Beli yang bekas. Tentu, kita semua lebih suka membeli yang baru. Tapi dengan membeli beli yang bekas kita punya kesempatan untuk menghemat banyak uang. Umumnya, harga sebuah mobil akan turun 1/3-nya setelah berusia 24 bulan. Jadi, kenapa tidak membeli mobil yang berumur 24 bulan?

Barang-barang lain misalnya pakaian, harganya akan menurun jika sudah pernah digunakan. Carilah cara untuk membeli barang bekas yang kondisinya masih tetap bagus seperti masih baru.

Jangan berhutang terlalu banyak. Dalam hidup, kita tidak mungkin bisa terhidar dari hutang. Kita mungkin membutuhkannya untuk membeli rumah, kita mungkin perlu menggunakan kartu kredit untuk membeli sesuatu dan menggantinya setelah gajian.

Tapi untuk bisa menghemat uang, tujuan anda seharusnya adalah meminimalkan hutang. Hutang kartu kredit umumnya adalah yang terbesar. Dan anda akan mampu untuk menghemat uang jika anda bisa memastikan untuk membayar balancenya setiap bulan.

Jika anda bisa mendisplinkan diri untuk melakukan ini maka anda akan bisa menghemat uang dengan cara tidak memiliki hutang, dan tidak ada bunga yang harus anda bayar pada kartu kredit.

Menabung. Setiap minggu atau setiap bulan, biasakan untuk menyisihkan sejumlah uang ke dalam tabungan. Anda bisa memulainya dalam jumlah yang sangat kecil dulu, dan kemudian meningkatkannya sedikit demi sedikit begitu anda bisa mulai menghemat uang dengan menggunakan strategi lain.

Anda akan tahu bahwa dengan menabung secara teratur, maka secepatnya anda akan memiliki uang simpanan yang cukup banyak sehingga anda merasa lebih termotivasi untuk menabung lebih banyak lagi. Bagian tersulitnya adalah mengambil langkah pertama dan mulai menabung. Jadi, mulailah saat ini juga untuk menabung uang anda.

Jika anda merasa sulit untuk menyisihkan uang begitu anda menerimanya, maka pertimbangkan untuk memotongnya secara langsung dan otomatis setiap bulan. Ini bisa jadi cara yang bagus untuk menabung dengan lebih cepat karena begitu anda mempersiapkannya anda tidak akan menyadari bahwa uang anda telah dipotong, dan tabungan anda akan berkembang tanpa anda merasa kesulitan untuk menyisihkannya sendiri.

Belanjalah dengan bijak. Cari pasar, supermarket, toko lokal, minimall, toko-toko yang menjual lebih murah. Anda pasti bisa menemukannya sehingga anda bisa berhemat. Pasar tradisional biasanya adalah tempat yang paling tepat untuk berhemat. Gunakan juga strategi untuk membeli dalam jumlah yang banyak. Hemat uang anda dan belanjalah dengan lebih bijak.

Makan dirumah. Ini adalah area terbesar dimana anda bisa menghemat uang. Secangkir kopi yang anda beli diluar bisa berharga lima sampai sepuluh kali lebih mahal dibanding jika anda membuatnya sendiri dirumah. Jadi, pikir dulu sebelum anda minum diluar. 

Makan juga sama. Restorant cepat saji mengandalkan anda untuk memakan makanan yang sebenarnya mungkin tidak benar-benar anda butuhkan saat itu, tapi anda tetap membelinya cuma karena disajikan dalam waktu yang singkat.

Jadi, kenapa tidak menunggu sampai anda dirumah? Selain makanannya lebih bernutrisi, anda juga bisa menghemat uang.

Gunakan lebih sedikit. Tips menghemat uang yang satu ini perlu kita semua pelajari. Saat ini, kita hidup dalam masyarakat yang konsumtif dimana pemborosan menjadi suatu masalah yang besar. Jika kita semua bisa menggunakan dan mengkonsumsi lebih sedikit, maka pemborosan akan jadi lebih sedikit, lebih sedikit tenaga yang dikonsumsi, sehingga kita semua bisa mendapatkan manfaatnya, yaitu menghemat uang.

Misalnya, coba pertimbangkan untuk menggunakan lebih sedikit shampo saat anda mencuci rambut. Ini bukan berarti anda bershampo jadi kurang efektif. Ini hanya berarti bahwa anda tidak membuang shampo dan uang anda.

Bagaimana dengan listrik? Matikan lampu dan tivi serta komputer yang tidak dipergunakan.

Setiap penghematan kecil, jika dikumpulkan akan menjadi besar dan membuat anda bisa menghemat uang. Penghematan energi dalam jumlah yang bisa dilakukan yang akan menghemat uang anda dan memberi dampak yang baik pada planet kita serta orang-orang yang ada di dalamnya.

Kenapa Anda Harus Punya Tabungan Darurat?

Dalam hidup, anda harus bersiap untuk menghadapi hal-hal yang tidak terduga, dan inilah mengapa anda perlu tabungan darurat. Cara terbaik yang bisa anda lakukan adalah dengan mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan darurat yang membutuhkan uang tambahan ini, dan memiliki tabungan darurat adalah solusi yang ideal.

Keadaan finansial yang darurat bisa datang dalam berbagai bentuk, misalnya kehilangan pekerjaan, pengeluaran yang significant untuk biaya medis, perbaikan rumah atau kendaraan, atau kejadian-kejadian yang tidak pernah anda impikan sebelumnya. Hal terakhir yang ingin anda lakukan dalam menghadapi situasi seperti ini adalah terpaksa mengandalkan kartu kredit atau mencari pinjaman yang pada akhirnya malah akan menambah masalah.

Berapa besar tabungan darurat itu seharusnya?

Sebagian besar ahli sepakat bahwa anda seharusnya menyimpan uang paling tidak jumlahnya sama dengan tiga sampai enam bulan biaya hidup anda.

Tergantung dari situasi finansial yang sedang anda hadapi, dan apakah anda mempunya keluarga yang harus ditanggung atau tidak, hutang dan ansuransi yang harus dibayarkan, juga akan menentukan berapa sebenarnya jumlah tabungan darurat yang paling tepat untuk anda.

Alasan kenapa anda harus memiliki tabungan yang jumlahnya sama dengan tiga sampai enam bulan dari biaya hidup anda ini adalah untuk menghadapi andaikata anda harus kehilangan sumber income secara mendadak.

Jika anda atau pasangan anda kehilangan pekerjaannya, maka anda tetap mempunyai sejumlah tagihan yang harus dibayarkan, dan mungkin akan membutuhkan waktu beberapa bulan sebelum anda menemukan pekerjaan yang baru.

Jadi, dengan mempunyai tabungan darurat yang bisa menutupi biaya hidup selama tiga sampai enam bulan ini adalah rencana yang terbaik yang bisa anda susun untuk menghadapi skenario terburuk.

Jika saat ini anda tidak punya tabungan darurat atau kesulitan untuk menyisihkan sejumlah uang, maka kuncinya adalah dengan memulai dari yang kecil.

Anda juga harus menyadari bahwa untuk mengakumulasikan sejumlah uang yang sama besarnya dengan biaya hidup selama satu bulan itu akan membutuhkan waktu, apalagi untuk mempunyai tabungan yang bisa menutupi biaya hidup selama enam bulan. Tapi dengan memulainya dari target yang kecil lalu meningkatkannya sedikit demi sedikit, maka anda punya peluang untuk bisa mencapainya.

Cara terbaik untuk memulainya mungkin adalah melalui bank yang anda pilih. Buka account untuk tabungan jika saat ini anda belum memilikinya, dan mulailah menabung. Langkah berikutnya adalah membiasakan diri untuk mengisi tabungan ini secara teratur. Entah secara mingguan, dua minggu sekali, atau bulanan. Buat jadwalnya dan patuhi. Begitu anda bisa menabung secara otomatis, maka anda tidak lagi perlu memikirkannya.

Jika anda merasa kesulitan untuk mulai menabung, mulailah dengan jumlah yang kecil. Mungkin dengan 100 ribu per minggu. Memang, jumlah ini mungkin tidak akan bertambah dengan cepat, tapi yang terpenting adalah anda sudah mulai menabung dan akan menjadikannya sebagai kebiasaan.

Setelah beberapa minggu, anda mungkin tidak akan lagi memperhatikan bahwa 100 ribu telah menghilang dari kantong anda setiap mingggu, sehingga anda bisa mulai meningkatkannya menjadi 150 atau 200 ribu setelah satu bulan atau lebih. Anda akan mulai terbiasa untuk menganggap bahwa uang tersebut tidak ada disana dan meningkatkan lagi jumlahnya.

10 Kebiasaan Sehat untuk Stabilitas dan Kesuksesan Finansial

Sama seperti target-target lain, stabilitas dan kesuksesan finansial itu membutuhkan kebiasaan finansial yang sehat. Berikut ini beberapa diantaranya:

1. Menabung secara otomatis. Ini seharusnya menjadi prioritas anda, terutama jika anda belum mempunyai dana persiapan yang cukup solid untuk hal-hal yang mendesak.

Sisihkan sejumlah uang secara otomatis untuk ditabung begitu anda menerimanya, lalu lupakan, jangan pernah berpikir mengenai transaksi ini. Pastikan saja itu terjadi secara otomatis, setiap kali anda menerima uang.

2. Kendalikan keinginan anda untuk mengeluarkannya. Ini adalah masalah terbesar yang harus kita hadapi. Dorongan untuk mengeluarkan uang, makan diluar dan berbelanja adalah penyedot terbesar dari finansial kita, penghancur terbesar dari budget kita, dan cara yang pasti untuk mengalami bencana finansial.

3. Evaluasi pengeluaran dan hiduplah lebih hemat. Jika anda selama ini belum pernah mencatat pengeluaran, cobalah selama satu bulan. Kemudian evaluasi bagaimana cara anda membelanjakan uang anda, lalu lihat adakah yang bisa dikurangi.

Putuskan apakah setiap pengeluaran itu memang perlu, kemudian buang pengeluaran yang tidak perlu.

4. Berinvestasi untuk masa depan. Jika anda masih muda, maka anda mungkin tidak terlalu memikirkan mengenai pensiun. Padahal ini sangat penting.

Meski jika anda bisa merencanakan pensiun nantinya, lebih baik lakukan sekarang juga. Perkembangan dari investasi yang anda lakukan dari waktu ke waktu akan membuat anda merasa takjub jika anda memulainya di usia 20.

5. Berikan jaminan pada keluarga anda. Langkah pertamanya adalah dengan mempersiapkan dana emergency, sehingga jika sesuatu yang tidak diinginkan tiba-tiba terjadi, anda sudah mempunyai uang yang cukup untuk mengatasinya.

Jika anda mempunyai pasangan atau orang tanggungan, maka anda harus memiliki ansuransi jiwa secepatnya. Selain itu, lakukan juga riset mengenai jenis ansuransi lain, misalnya ansuransi rumah dan kendaraan.

6. Lunasi dan hindari hutang. Jika anda memiliki kartu kredit, pinjaman pribadi, atau jenis hutang lainnya, berarti anda perlu untuk menyusun rencana pelunasannya. Susun daftar semua hutang anda dari yang terkecil sampai yang terbesar.

Kemudian fokuskan untuk melunasi dari bagian teratas (terkecil). Saat hutang terlunasi, rayakan! Lalu, alihkan dana sisanya untuk membayar hutang berikutnya.

Lanjutkan proses ini, dengan jumlah uang yang semakin lama semakin besar untuk membayar hutang, maka lama kelamaan seluruh hutang anda akan lunas. Ini mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama, tapi proses ini sangat penting dan manfaatnya juga sangat besar.

7. Gunakan sistem amplop. Ini adalah sistem yang sederhana untuk melacak berapa banyak pengeluaran anda. Katakanlah anda harus membagi budget anda menjadi tiga bagian utama, satu untuk transportasi, satu untuk kebutuhan makanan, dan satunya lagi untuk makan diluar.

Sisihkan ketiga bagian ini setiap bulan begitu anda menerima uang, dan tempatkan ke dalam amplop yang terpisah. Dengan cara ini, anda bisa dengan mudah melacak berapa banyak uang yang tersisa dari masing-masing amplop, dan saat anda kehabisan uang, anda akan segera tahu.

Jika anda selalu kehabisan uang lebih cepat dari yang seharusnya, berarti anda harus kembali mengatur budget anda.

8. Bayar tagihan anda secepatnya atau secara otomatis. Salah satu kebiasan yang baik adalah dengan membayar tagihan secepat mungkin. Selain itu, cobalah untuk mengatur agar tagihan anda dipotong secara otomatis dari gaji anda. Dengan cara ini, maka semua pengeluaran reguler anda akan diurus secara otomatis.

9. Pelajari mengenai hal-hal yang berhubungan dengan finansial. Semakin anda mendidik diri, maka semakin baik kehidupan finansial anda nantinya.

10. Cari cara untuk meningkatkan penghasilan bersih. Lakukan apapun yang anda bisa untuk meningkatkan penghasilan bersih. Entah dengan cara mengurangi hutang, meningkatkan tabungan, atau keduanya. Carilah cara-cara baru untuk menghasilkan uang, atau mendapatkan bayaran yang lebih atas apa yang anda kerjakan.

Sepanjang bulan, saat anda mengkalkulasi penghasilan bersih anda setiap bulan, maka anda akan melihat peningkatannya. Dan ini akan membuat anda menjadi senang.

Bagaimana Caranya Agar Bisa Menabung?

Menabung adalah salah satu tugas yang jauh lebih mudah untuk dikatakan dari pada dikerjakan.

Selain itu, ada banyak hal yang juga harus dipikirkan saat kita ingin menabung.

Misalnya, berapa banyak uang yang akan ditabung, dimana anda akan menyimpannya, dan bagaimana anda bisa memastikan bahwa uang tersebut akan tetap berada disana, bagaimana cara menetapkan target yang realistis, mengatur pengeluaran, dan membelanjakan uang dengan sebaik mungkin.

1. Lunasi dulu hutang anda. Dengan menghitung berapa banyak yang harus anda keluarkan untuk membayar hutang, anda akan segera tahu bahwa melunasi hutang itu adalah cara tercepat untuk mendapatkan uang lebih.

Begitu hutang lunas dan tersedia uang lebih, maka uang tersebut akan lebih mudah untuk dialokasikan sebagai tabungan. Selain itu, semakin cepat anda melunasi hutang, maka semakin kecil bunga yang harus anda bayar.

2. Tentukan target tabungan. Untuk target jangka pendek, ini mudah. Misalnya, jika tujuan anda menabung adalah untuk membeli sesuatu, maka anda tinggal mencari tahu berapa harganya, lalu menetapkan target tabungan sesuai dengan harga tersebut.

Sedangkan untuk jangka panjang, misalnya tabungan tersebut adalah untuk jaminan saat masa pensiun, berarti anda perlu membuat perencanaan yang lebih matang.

3. Tetapkan jangka waktu. Sebagai contoh: "Saya menabung karena dua tahun yang akan datang saya ingin punya rumah sendiri."

Begitu juga untuk target yang bersifat jangka pendek, tentukan deadlinenya dan pastikan target tersebut akan tercapai pada waktu yang telah ditentukan. Sebab, jika target tidak tercapai, itu akan membuat anda jadi berkecil hati.

4. Cari tahu berapa banyak yang akan anda tabung per jangka waktu tertentu. Hitung berapa banyak yang ingin anda tabung, dan cari tahu berapa banyak sebenarnya yang anda perlukan untuk mulai menabung. Untuk target tabungan, akan lebih jika menabung dengan jumlah dan dalam periode waktu yang sama.

Sebagai contoh, jika anda ingin menabung untuk membayar uang muka pembelian rumah sebesar 200 juta dalam 36 bulan (tiga tahun), berarti anda perlu menabung sekitar 5,5 juta per bulan. Tapi jika gaji anda sebesar 7 juta, maka target tersebut sepertinya tidak realistis.

Jadi, sesuaikan jangka waktunya sampai anda bisa mendapatkan jumlah tabungan yang sesuai.

5. Catat semua pengeluaran anda. Berapa banyak yang bisa anda tabung berada diantara dua aktivitas dan selisihnya. yaitu berapa banyak anda menghasilkan dan berapa banyak yang anda keluarkan.

Karena yang bisa lebih anda kontrol adalah pengeluaran, maka mencatat dan mengetahui secara pasti semua pengeluaran adalah hal yang kritis. Tuliskan semua uang yang anda keluarkan selama beberapa minggu atau bulan. Buatlah sedetil mungkin, dan cobalah untuk tidak mengabaikan pengeluaran yang kecil-kecil.

Kelompokkan setiap pembelian atau pengeluaran berdasarkan kategorinya, misalnya pengeluaran untuk membayar angsuran rumah, tagihan telephone, air, listik, membeli bahan makanan, bensin, hiburan, dan lain-lain. Berikut ini beberapa tip untuk membantu anda mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan:

  • Bawa selalu buku catatan kecil. Biasakan untuk mencatat semua pengeluaran dan pemasukan.
  • Setiap minggu, pindahkan catatan pengeluaran mingguan ini ke dalam buku pengeluaran bulanan.
  • Ada banyak program yang bisa anda download ke handphone yang bisa membantu anda untuk mencatat setiap pengeluaran.

6. Kurangi pengeluaran anda. Pelajari catatan pengeluaran anda setelah satu atau dua bulan. Anda mungkin akan terkejut saat melihat kembali catatan pengeluaran anda. Dari catatan tersebut, anda pasti bisa melihat sejumlah pengeluaran yang bisa dikurangi.

Akan tetapi, tergantung dari berapa banyak yang ingin anda tabung, anda mungkin juga perlu untuk mengambil keputusan yang sulit saat ingin mengurangi pengeluaran untuk hal-hal tertentu.

Jadi, tentukan prioritas anda, dan kurangi pengeluaran hingga mencapai jumlah yang bisa anda terima. Kalkulasikan berapa banyak dari penghematan ini yang akan anda tabung. Dengan cara ini, anda akan lebih termotivasi untuk berhemat.

7. Perkirakan lagi target tabungan anda. Kurangi pemasukan anda dengan pengeluaran. Berapa sisanya? Dan apakah jumlah tersebut sudah sesuai dengan target tabungan anda?

Sebagai contoh, misalnya pengeluaran anda adalah 1,5 juta per bulan, dan pemasukan anda 2,5 juta per bulan. Berarti anda bisa menabung sekitar 1 juta per bulan.

Jika sama sekali tidak ada lagi cara anda bisa menyesuaikan target tabungan anda dengan budget anda, coba tinjau kembali tujuan anda menabung dan kurangi hal-hal yang tidak penting, atau sesuaikan jangka waktunya.

8. Buat budget. Setelah anda menyesuaikan antara pendapatan dengan target tabungan dan pengeluaran, tuliskan budget tersebut sehingga anda akan tahu setiap bulan, atau setiap kali menerima uang mengenai berapa banyak yang bisa anda keluarkan.

Ini terutama sangat penting karena pengeluaran cenderung akan meningkat. Selain itu, cara ini juga akan mengingatkan anda untuk mendisiplinkan diri agar lebih berhemat.

9. Berhenti menggunakan kartu kredit. Lebih mudah untuk menghabiskan uang yang anda ambil dari bank atau kartu kredit karena anda tidak tahu secara pasti berapa banyak yang telah dikeluarkan. Sedangkan jika anda membayarnya dengan uang cash, maka anda akan bisa melihat bahwa supply anda telah berkurang.

Anda bahkan bisa menggunakan cara dengan lebih dulu mengelompokkan sejumlah uang yang akan dialokasikan untuk masing-masing pengeluaran tertentu pada tempat yang terpisah.

Sehingga, saat anda mengambil uang dari masing-masing tempat ini, anda akan tahu berapa banyak uang yang masih tersisa, dan anda juga akan diingatkan mengenai batasannya.

10. Bukan account deposito. Jauh lebih mudah untuk melacak tabungan anda jika anda memisahkannya dari account pengeluaran. Anda biasanya juga bisa mendapat suku bunga yang lebih tinggi dari deposito dibanding tabungan biasa.

11. Bayar diri anda lebih dulu. Menabung seharusnya menjadi prioritas. Jadi, jangan katakan bahwa anda akan menabung berapapun yang tersisa dari pengeluaran setiap bulan.

Sisihkan uang untuk langsung ditabung begitu anda menerima gaji atau mendapatkannya. Salah satu cara termudah dan paling efektif untuk mulai menabung adalah dengan menyisihkan minimal 10% ke dalam tabungan setiap kali anda menerima uang.

Disclaimer: Informasi yang disajikan disini hanya sekedar untuk menginformasikan saja dan tidak boleh di salah artikan sebagai nasihat mengenai keuangan. Meski penulis telah berusaha untuk menyajikan informasi seakurat mungkin, namun mungkin tidak sesuai dengan sitiasi khusus yang sedang anda hadapi saat ini.